
Upaya pendamaian Bupati dan Wakil Bupati Indramayu sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya.
Baik oleh partai pengusung maupun DPRD Indramayu melalui hak interpelasi dan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Namun, upaya tersebut rupanya belum membuahkan hasil. Kabar terbaru, Lucky Hakim justru membuat surat pengunduran diri.
Alasannya, ia mengaku tidak mampu mengemban amanah selama menjabat jadi Wakil Bupati Indramayu.
“Sudah dipertemukan tapi yang bersangkutan tetap seperti itu,” ujar Wakil Ketua DPRD Indramayu, Sirojudin, Minggu (19/2/2023).
Sirojudin yang sekaligus merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan bahkan mengaku kaget dengan kemunduran Lucky Hakim.
Pasalnya, sebagai ketua partai pengusung, pihaknya tidak diberi tahu sama sekali soal rencana pengunduran diri tersebut.
la juga sangat menyayangkan sikap dari Lucky Hakim.
Dalam hal ini, Sirojudin menyampaikan, pihaknya
belum menentukan sikap perihal kondisi tersebut.
Meski demikian, kabar mundurnya Lucky Hakim sudah disampaikan pula ke DPD PDI Perjuangan Jabar dan DPP PDI Perjuangan.
“Komunikasi dengan partai lain belum ada, saya baru laporan ke Ketua DPD PDI Perjuangan mohon petunjuk, belum dapat jawaban, masih nunggu,” ucap dia.
Upaya pendamaian lainnya diketahui juga akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil akan memanggil Bupati dan Wakil Bupati Indramayu untuk tabayyun.
Di samping itu, Ridwan Kamil juga sudah mengirim tim pencari fakta ke Indramayu untuk menghimpun berbagai informasi mengenai hal tersebut.
Ridwan Kamil menyampaikan, sesuai arahan Mendagri, langkah pertama adalah didamaikan dulu antara bupati dan wakil bupatinya dengan sebuah musyawarah karena prosesnya yang panjang untuk terpilih.
“Mahal sekali dan panjang sekali, masa tidak bisa ada kebesaran hati masing-masing demi kepentingan rakyat Indramayu untuk mencari sebuah kesepakatan-kesepakatan politik teknisi yang baik,” katanya.
(sumber : akun ig @indramayuupdate)