Misteri Kalong Wewe: Kisah Hilangnya Farid dan Upaya Mencari yang Ajaib

Indoberitanew – Kabar tentang hilangnya Farid (6), seorang anak kecil yang tinggal di Desa Temiyang Sari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, telah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Farid, yang diduga diculik oleh makhluk halus bernama kalong wewe, mengundang reaksi yang kuat dari masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa terpanggil untuk membantu dalam pencarian anak itu.

Proses pencarian Farid yang terjadi dalam beberapa hari menjadi viral. Mulai dari aksi warga yang mengelilingi desa sambil membawa alat-alat dapur dan menghasilkan suara-suara, hingga upacara-upacara tradisional yang dilakukan dengan harapan menemukan jejak Farid.

Salah satu aksi yang paling mencolok adalah ketika warga berkumpul di malam hari, membunyikan beragam peralatan dapur seperti panci, baskom, dan lainnya. Mereka percaya bahwa suara-suara ini akan membantu menarik perhatian kalong wewe, entitas mistis yang diduga bertanggung jawab atas hilangnya Farid.

Namun, keajaiban terjadi ketika Farid akhirnya ditemukan di Sungai Kedungkacip pada malam hari. Tubuhnya mengambang di sungai tersebut, mengakhiri ketidakpastian yang telah menyelimuti masyarakat selama beberapa hari.

Ayah Farid, Januri (45), dengan berat hati menceritakan bagaimana proses pencarian itu dilakukan dengan penuh keyakinan, meskipun bagi beberapa pihak, cara-cara tersebut terdengar tidak masuk akal.

Menurut Januri, masyarakat setempat mengikuti petunjuk dari seorang “orang pintar” yang menyatakan bahwa Farid berada di sekitar desa dan berada di tempat yang basah. Tanpa ragu, mereka melakukan pencarian dengan sungguh-sungguh, bahkan dengan mengubah penampilan mereka menjadi seperti tuyul, dengan harapan menarik perhatian makhluk halus tersebut.

Ketika Farid akhirnya ditemukan, suasana haru dan duka menyelimuti Desa Temiyang Sari. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, masyarakat setempat bersyukur bahwa Farid telah ditemukan, meskipun dalam keadaan yang menyedihkan.

Kejadian ini memberikan pelajaran yang berharga bagi masyarakat setempat tentang pentingnya bersatu dalam menghadapi masa-masa sulit dan pentingnya menjaga anak-anak dari bahaya yang mengintai, baik nyata maupun yang hanya berada dalam imajinasi.

(Ikh)

Adm1n

Adm1n

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *