Oleh: Galih Purnama Siddik
Investasi adalah kegiatan menanamkan modal atau uang pada suatu asset atau instrument tertentu dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa depan, ada beberapa manfaat yang kita rasakan apabila kita melakukan investasi diantaranya menjaga kekayaan dari penurunan nilai akibat kenaikan harga barang atau dikenal dengan Inflasi dan dengan berinvestasi membuat uang bekerja sendiri untuk menghasilkan keuntungan tambahan atau passive income serta dengan berinvestasi kita bisa menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan.
Fenomena Investasi di era digital semakin meningkat, Investasi merupakan tren baru dikalangan generasi milenial dan Gen Z, kalau dulu investasi identic dengan orang kaya atau pengusaha sekarang ceritanya berbeda anak muda khususnya generasi milenial dan gen z mulai berani melangkah ke dunia financian sejak dini, dengan kemudahan teknologi dan literasi keuangan semakin gencar serta banyak munculnya platform digital membuat investasi jadi sesuatu yang relatable.
Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi pada triwulan II tahun 2026 mencapai Rp511,8 triliun. Capaian tersebut tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan 25,1 persen dari total target investasi nasional tahun 2026.
Peningkatan ini didorong oleh banyaknya platform digital yang mempermudah akses keuangan dan investasi dari membeli saham, reksa dana, emas, emas digital, crypto, forex bisa dilakukan via smartphone. Selain platform digital konten financial sering lewat di timeline, mulai dari Tiktok, Youtube, FB, banyak creator yang membahas keuangan dengan cara ringan dan gampang di cerna. Tingkat kesadaran untuk berinvetasi pada generasi sandwich sangat tinggi mereka sadar kalau masa depan harus dipersiapkan dari sekarang mereka berharap ingin pensiun muda dan hidup tanpa memikirkan gaji bulanan, berharap dalam kehidupannya menjadi freedom financial sehingga banyak generasi milenial dan gen z tertarik belajar berinvestasi sejak dini.
Meskipun ini merupakan trend positif perlu beberapa hal yang harus diwaspadai Pertama, Jangan sampe generasi milenial dan gen z berinvestasi hanya karena FOMO (Fear Of Missing Out) sehingga Analisa resiko kurang mendalam. Kedua perlu diwaspadai investasi bodong dengan skema ponszi yang menjanjikan kekayan cepat dengan membayar keuntungan kepada investor lama dari uang investor baru, bukan dari bisnis atau penjualan produk yang nyata. Ketiga generasi ini mempunyai semangan investas tinggi tetapi Tabungan darurat belum ada akibatnya mudah panik saat butuh uang cepat sehingga psikologisnya bisa terganggu, dan Keempat yang perlu terus dilakukan adalah literasi keuangan yang berkelanjutan sehingga menciptakan generasi yang cerdas khususnya cerdas dalam berinvestasi.
Nabi Muhammad ialah utusan Allah yang patut kita teladani dari setiap yang ada pada diri Rasulullah. Termasuk juga sifat-sifat terpuji yang dimiliki Rasulullah. mencontoh sifat-sifat terpuji Rasulullah yang berhasil dalam melakukan bisnis diantaranya yaitu Shiddiq (jujur), Amanah (dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fathonah (cerdas atau bijaksana), sifat-sifat tersebut harus bisa kita terapkan ke dalam kehidupan sehari-hari.
Fathonah adalah intelektual atau kata lain kecerdasan atau bijaksana. Untuk menjadi seorang investor cerdas, investor yang fathonah yaitu investor yang bisa memahami dan mengerti secara mendalam tentang investasi. ( )