Indoberitanew I Indramayu.
Gelaran Hadiyu Akbar di Pendopo Kabupaten Indramayu berubah menjadi lautan santri dan jamaah. Ribuan masyarakat, tokoh agama, alumni pesantren, hingga para masyaikh hadir memadati lokasi acara yang berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Momentum ini sekaligus menegaskan kedekatan Bupati Indramayu Lucky Hakim dengan kalangan kiai dan ulama pesantren. Kehadiran Lucky Hakim di tengah para masyayikh dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kedekatan emosional dan komitmen membangun Indramayu bersama kekuatan pesantren.

Suasana hangat terlihat sejak awal acara. Lucky Hakim tampak menyambut langsung para kiai dan ulama yang hadir dari berbagai daerah. Doa-doa para masyaikh menggema di Pendopo Indramayu, menciptakan suasana religius yang jarang terlihat dalam kegiatan pemerintahan biasa.
Banyak pihak menilai Hadiyu Akbar menjadi simbol kuat bersatunya umara dan ulama dalam membangun daerah. Di tengah tantangan sosial dan dinamika politik, Lucky Hakim dianggap berhasil merangkul kalangan pesantren sebagai mitra strategis pembangunan.
“Pesantren adalah benteng moral masyarakat. Ketika pemerintah dekat dengan ulama, maka masyarakat akan merasakan kesejukan dan persatuan,” ujar salah seorang tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut pada Minggu malam (24/5/2026).

Acara ini juga memperlihatkan besarnya pengaruh jaringan pesantren di Indramayu. Para alumni pondok pesantren yang kini menduduki posisi penting di birokrasi, BUMD, dunia profesional, hingga institusi TNI-POLRI turut hadir dalam momentum tersebut.
Hadiyu Akbar pun bukan sekadar acara keagamaan, tetapi menjadi penegasan bahwa kekuatan pesantren tetap memiliki tempat istimewa dalam arah pembangunan Indramayu ke depan. Pendopo Indramayu yang selama ini identik dengan pusat pemerintahan, malam itu berubah menjadi pusat silaturahmi ulama, santri, dan masyarakat. (man)