Indoberitanew – PAMEKASAN – Kantor Bea Cukai Madura mendadak mencekam. Massa aksi dari LSM INAKOR (INDEPENDEN NASIONAL ANTI KORUPSI) menggeruduk kantor tersebut dengan orasi yang membakar. Mereka datang dengan satu tujuan: mempertanyakan komitmen dan nyali Bea Cukai dalam memberantas mafia rokok ilegal yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.
Satu nama menjadi pusat badai: PR POHON AGUNG dengan NPPBKC: 3529070506811156070213, yang diduga menjadi sarang praktik haram TERNAK CUKAI TANPA PRODUKSI.
MODUS LICIK TERNAK CUKAI DIBONGKAR DI DEPAN GERBANG
Dalam orasinya yang bergelora, Korlap LSM INAKOR membongkar borok yang diduga terjadi di depan mata aparat.
“PR POHON AGUNG ini diduga hanya menjadi ALAT dan TOPENG LEGALITAS! Modusnya licik! Mereka memesan pita cukai dalam jumlah yang fantastis, jutaan keping, seolah-olah pabriknya produksi besar-besaran. Tapi FAKTA DI LAPANGAN? NIHIL! ZONK!”
“Pabriknya diduga tidak berproduksi! Tidak ada tumpukan bahan baku tembakau, tidak ada cengkeh, tidak ada aktivitas buruh! Tidak ada asap kepul dari cerobong pabrik! Ini jelas-jelas TERNAK CUKAI!” teriaknya lantang di atas mobil komando.
“Ini jelas namanya Ternak Cukai! Pesan pita banyak, tapi rokoknya tidak ada. Pertanyaan kita semua, lalu pitanya dikemanakan? Jawabannya satu, dijual ke pasar gelap! Diperjualbelikan kepada pabrik-pabrik bodong! Ini kejahatan luar biasa yang merampok uang rakyat!” tegasnya.
TIGA TUNTUTAN HARGA MATI!
Di bawah terik matahari Pamekasan yang menyengat, LSM INAKOR menyampaikan tiga tuntutan keras yang mereka sebut sebagai HARGA MATI:
- CABUT DAN BEKUKAN NPPBKC PR POHON AGUNG!
LSM INAKOR mendesak Kepala Kantor Bea Cukai Madura untuk tidak ragu, tidak pandang bulu, dan segera mengambil tindakan paling tegas: MENCABUT DAN MEMBEKUKAN NPPBKC 3529070506811156070213 milik PR POHON AGUNG. Izin yang diberikan negara diduga telah dikhianati dan disalahgunakan secara sistematis untuk merusak tatanan industri hasil tembakau yang legal.
- BERSIH-BERSIH INTERNAL! PERIKSA DAN PECAT OKNUM P2!
Ini tuntutan yang paling berani. INAKOR menegaskan, praktik ternak cukai terorganisir seperti ini tidak mungkin berjalan mulus tanpa adanya backup dari oknum di internal.
“Kami menduga ada oknum yang bermain! Ada yang melindungi! Praktik busuk ini tidak mungkin lolos tanpa adanya pembiaran! Kami desak pimpinan Bea Cukai Madura untuk bersih-bersih internal! PERIKSA DAN PECAT OKNUM di Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) yang diduga turut bermain mata!” serunya.
- ULTIMATUM: JIKA MAIN-MAIN, KAMI GEMPUR KANWIL & DIRJEN PUSAT JAKARTA!
INAKOR memberikan ultimatum pamungkas. Jika Bea Cukai Madura main-main, mereka tidak akan segan membawa perang ini ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami beri ultimatum! Jika tuntutan kami hari ini tidak ada realisasi nyata, jangan salahkan rakyat! Kami pastikan minggu depan kami akan GERUDUK dan DUDUKI Kanwil Bea Cukai Jatim di Surabaya, dan bahkan kami akan KEPUNG Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pusat di Jakarta dengan massa yang jauh lebih besar!”
“Kami pertanyakan keseriusan Bea Cukai Madura! Jangan hanya gagah-gagahan menyita rokok eceran di warung-warung kecil milik rakyat miskin, tapi bos besar yang ternak cukai di depan mata dibiarkan bebas berpesta pora! Kalau hari ini tidak ada jawaban tegas, tunggu pembalasan kami!”
Hingga aksi berakhir dengan tertib, belum ada satu pun pejabat Bea Cukai Madura yang berani memberikan klarifikasi resmi terkait desakan pencabutan NPPBKC dan pemecatan oknum P2 tersebut. Massa pun membubarkan diri setelah menyerahkan berkas tuntutan resmi.(Mdr.)